LOMBA FOTO DOT ID (NAMA DOMAIN INDONESIA)

Senin, 31 Agustus 2009

Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI) mengadakan lomba foto dengan masing-masing 2 tema (kategori) terpisah yaitu:

1. Pemanfaatan Internet oleh anak bangsa. Tema ini yang menggambarkan pemanfaatan teknologi internet secara umum dalam berbagai sisi kehidupan masyarakat.

2. Penggunaan nama domain .id dalam kehidupan sehari – hari. Tema ini menggambarkan pemanfaatan nama domain internet Indonesia (.id) dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan dari lomba foto adalah untuk mensosialisasikan pemakaian nama domain .id dan menumbuhkan kebanggaan pemakaian nama domain .id sebagai nama domain internet Indonesia.

Hadiah Pemanfaatan Internet oleh Anak Bangsa

Juara 1 : 5 Juta

Juara 2 : 3 Juta

Juara 3 : 2 Juta

Juara Harapan 1 :1,5 Juta

Juara Harapan 2 : 1 Juta

Juara Harapan 3 : 700 ribu

Hadiah Penggunaan nama domain .id dalam kehidupan sehari – hari

Juara 1 : 8 Juta

Juara 2 : 5 Juta

Juara 3 : 3 Juta

Juara Harapan 1 : 2 Juta

Juara Harapan 2 : 1,5 Juta

Juara Harapan 3 : 1 Juta

Hadiah tambahan untuk semua juara dan juara harapan di atas

1. 1 (satu) domain name web, web design free dan web hosting 1 tahun

2. Merchandise menarik dari PANDI

3. Hadiah menarik lain dari sponsor

Kriteria Penilaian

1. Kesesuaian dengan tema

2. Keunikan dan kreativitas dalam memvisualisasikan ide.

3. Ketrampilan teknis fotografi

Ketentuan Lomba

1. Lomba foto terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia. Kecuali anggota panitia lomba dan keluarganya.

2. Peserta lomba dapat mengirimkan max 5 foto per tema. Bila secara sengaja atau tidak sengaja jumlah foto yang dikirimkan lebih dari 5 foto, maka panitia akan memilih secara acak 5 foto dari foto-foto yg dikirimkan.

3. Foto dikirimkan dalam format cetak. Ukuran sisi terpanjang foto 30 cm, sedangkan sisi terpendek mengikuti komposisi sesuai ide masing-masing peserta. Contoh : 20 x 30 cm, 15 x 30 cm atau10 x 30 cm.

4. Cantumkan judul foto, nama peserta, profesi peserta, alamat, email dan nomer HP di selembar kertas yang ditempelkan di balik foto. Sertakan juga copy kartu identitas yang masih berlaku.

5. Masing-masing foto merupakan karya tunggal, bukan serial.

6. Olah digital diperbolehkan sewajarnya, sepanjang tidak menambah atau mengurangi unsur-unsur gambar dalam sebuah foto.

7. Foto yang dilombakan belum pernah memenangkan lomba foto lainnya dengan tema sejenis dan tidak sedang disertakan dalam lomba lainnya.

8. Segala sesuatu yang menyangkut perijinan pemotretan menjadi tanggungjawab peserta. Panitia tidak bertanggung jawab terhadap adanya tuntutan pihak lain atas penyertaan, peralatan, lokasi, model dan obyek lainnya dalam foto yang dikirimkan.

9. Sistem penjurian tertutup. Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

10. Para pemenang lomba diwajibkan menyerahkan file foto di dalam CD dalam format jpg resolusi 300 dpi, dan menandatangani surat pernyataan bahwa foto tersebut adalah benar-benar hasil karya yang bersangkutan (surat pernyataan akan disiapkan panitia).

11. Hak cipta tetap berada di pihak peserta lomba. Namun PANDI berhak menggunakan karya foto pemenang untuk keperluan promosi dan internal panitia lomba selama 2 (dua) tahun. Bagi foto non pemenang yang akan digunakan PANDI akan diberi imbalan sesuai kesepakatan.

Para peserta dan pemenang lomba dapat diskualifikasi bila tidak memenuhi salah satu atau beberapa ketentuan-ketentuan lomba di atas.

Untuk Keterangan lebih lanjut klik disini.

Anti Malaysia (MalingSia)












Sebuah negara kecil yang tidak berbudaya = Malaysia...

Negara yang tidak berpendidikan dan hanya membuat situasi memanas.. Beberapa kebudayaan kita telah diklaim oleh pihak Malingsia. Dimana mana yang namanya maling tetap maling.
Saya heran kenapa Yang terhormat Bapak-bapak ibu ibu yang menjabat dikursi atas sana, mohon maaf sebelumnya, saya hanya ingin pemerintah lebih tegas menanggapi semua ini, kami sebagai rakyat Indonesia sangat menghargai kedudukan Bapak SBY sebagai Presiden Negara kita ini. Saya yakin bapak SBY punya keputusan yang lebih bijak, Kami mendapat pelajaran PPKn, Bela Negara, dan tujuan kami mendapatkan pelajaran itu sesuai kurikulum kami dididik untuk cinta tanah air, cinta kebudayaan dan selalu bersatu maju membangun bangsa. Kasus Indonesia Malingsia ini bisa diibaratkan:

"rumah kita telah disatroni pencuri dan kehormatan keluarga besar diremehkan oleh pencuri itu. Dan kita sudah mengetahui pencuri itu, apakah kita sebagai kepala rumah tangga dan anggota keluarga yang lain hanya diam?"
Negara yang kaya dan besar ini telah diinjak-injak oleh Malingnya Asia... Negara yang pernah dijuluki MACAN ASIA telah diludahi seekor babi ngepet yang suka mencuri...

I LOVE YOU INDONESIA......... FUCK YOU MALAYSIA




9 Tips Mengatasi Jerawat dan Wajah Berminyak

Senin, 24 Agustus 2009

  1. Sering-sering bersihin muka pake air setiap saat sebab muka remaja tuh banyak berminyak-minyak yang tidak dibersihkan akan menyumbat pori-pori wajah dan akhirnya timbul jerawat
  2. Usahakan sebisa mungkin jangan kena asap kendaraan (kalo pake sepeda motor pake cadar ato helm yang ada tutup kacanya ato pake kedua-duanya sekalian spy muka gak kena asap mobil n motor)
  3. Usahakan jangan maem makanan yang pedas-pedas (ada merica ato lombok nya) dan jangan banyak maem ma-eman berlemak (sedikit aja, tapi jangan terlalu sedikit, sebab selain untuk pelumas persendian, lemak diperlukan dalam pembentukan sel pada paru-paru dan otak, kekurangan emak bisa membahayakan kedua organ tsb)
  4. Kebanyakan masalah jerawat itu karena alergi sama daging ayam dan telur. Uji diri kamu sama kedua makanan tsb, jika kamu emang alergi ya usahakan sebisa mungkin menghindari kedua makanan tsb
  5. Kalo berjerawat jangan dipencet-pencet, kalo dipencet-pencet biasanya malah ninggalin noda-noda hitam dan bopeng pada wajah.
  6. Jangan stress, katanya sih stress memacu timbulnya jerawat.
  7. Sering-sering olahraga, panas tubuh akan membuka poripori wajah dan mengeluarkan kotoran-kotoran dari pori-pori wajah.
  8. Kalo keramas usahakan shampo jangan sampe kena wajah, sebab sebagian shampo (terutama yang pake protein spt Sunsilk telur dan madu, etc itu jika kena kulit akan nimbulin jerawat).
  9. Sebelum mandi bersihkan muka pake air hangat dan dibilas (jangan pake air panas, air panas dapat memecahkan pori-pori wajah. Nanti malah kulit wajah jadi merah-merah setengah melepuh kalo dibilas pake air yang terlalu panas. Jangan dibilas dengan kasar pada tempat-tempat berjerawat. Sebab akan menimbulkan luka dan akhirnya menimbulkan bopeng dan noda-noda hitam pada wajah.

Kraton Jogja


Membentang antara Tugu sebagai batas utara dan Panggung Krapyak di batas selatan, antara Sungai Code di timur dan Sungai Winongo sebelah barat. Antara Gunung Merapi dan Laut Selatan, Kraton dalam pikiran masyarakat Jawa, diartikan sebagai pusat dunia yang digambarkan sebagai pusat jagad.

Sejarah Kraton Yogyakarta

Setelah Perjanjian Giyanti, Pangeran Mangkubumi diberi wilayah Yogyakarta. Untuk menjalankan pemerintahannya, Pangeran Mangkubumi membangun sebuah istana pada tahun 1755 di wilayah Hutan Beringan. Tanah ini dinilai cukup baik karena diapit dua sungai, sehingga terlindung dari kemungkinan banjir. Raja pertama di Kesultanan Yogyakarta adalah Pangeran Mangkubumi dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono I (HB I).

Penamaan dan Makna Tata Letak

Karaton, Keraton atau Kraton, berasal dari kata ka-ratu-an, yang berarti tempat tinggal ratu/raja. Sedang arti lebih luas, diuraikan secara sederhana, bahwa seluruh struktur dan bangunan wilayah Kraton mengandung arti berkaitan dengan pandangan hidup Jawa yang essensial, yakni Sangkan Paraning Dumadi (dari mana asalnya manusia dan kemana akhirnya manusia setelah mati).

Garis besarnya, wilayah Kraton memanjang 5 km ke arah selatan hingga Krapyak dan 2 km ke utara berakhir di Tugu. Pada garis ini terdapat garis linier dualisme terbalik, sehingga bisa dibaca secara simbolik filosofis. Dari arah selatan ke utara, sebagai lahirnya manusia dari tempat tinggi ke alam fana, dan sebaliknya sebagai proses kembalinya manusia ke sisi Dumadi (Tuhan dalam pandangan Jawa). Sedangkan Kraton sebagai jasmani dengan raja sebagai lambang jiwa sejati yang hadir ke dalam badan jasmani.

Kraton menuju Tugu juga diartikan sebagai jalan hidup yang penuh godaan. Pasar Beringharjo melambangkan godaan wanita. Sedangkan godaan akan kekuasaan dilambangkan lewat Gedung Kepatihan. Keduanya terletak di sebelah kanan. Jalan lurus itu sendiri sebagai lambing manusia yang dekat dengan Pencipta (Sankan Paraning Dumadi).

Secara sederhana, Tugu perlambangan Lingga (laki-laki) dan Krapyak sebagai Yoni (perempuan). Dan Kraton sebagai jasmani yang berasal dari keduanya.

Makna Tata Ruang Kraton Yogyakarta

Setelah diguncang gempa tahun 1867, Kraton mengalami kerusakan berat. Pada masa HB VII tahun 1889, bangunan tersebut dipugar. Meski tata letaknya masih dipertahankan, namun bentuk bangunan diubah seperti yang terlihat sekarang

Tugu dan Bangsal Manguntur Tangkil atau Bangsal Kencana (tempat singgasana raja), terletak dalam garis lurus, ini mengandung arti, ketika Sultan duduk di singgasananya dan memandang ke arah Tugu, maka beliau akan selalu mengingat rakyatnya (manunggaling kawula gusti).

Tatanan Kraton sama seperti Kraton Dinasti Mataram pada umumnya. Bangsal Kencana yang menjadi tempat raja memerintah, menyatu dengan Bangsal Prabayeksa sebagai tempat menyimpan senjata-senjata pusaka Kraton (di ruangan ini terdapat lampu minyak Kyai Wiji, yang selalu dijaga abdi dalem agar tidak padam), berfungsi sebagai pusat. Bangsal tersebut dilingkupi oleh pelataran Kedhaton, sehingga untuk mencapai pusat, harus melewati halaman yang berlapis-lapis menyerupai rangkaian bewa (ombak) di atas lautan.

Tatanan spasial Kraton ini sangat mirip dengan konstelasi gunung dan dataran Jambu Dwipa, yang dipandang sebagai benua pusatnya jagad raya.

Dari utara ke selatan area Kraton berturut-turut terdapat Alun-Alun Utara, Siti Hinggil Utara, Kemandhungan Utara, Srimanganti, Kedhaton, Kemagangan, Kemandhungan Selatan, Siti Hinggil Selatan dan Alun-Alun Selatan (pelataran yang terlindung dinding tinggi).

Sedangkan pintu yang harus dilalui untuk sampai ke masing-masing tempat berjumlah sembilan, disebut Regol. Dari utara terdapat gerbang, pangurukan, tarub agung, brajanala, srimanganti, kemagangan, gadhung mlati, kemandhungan dan gading.

Brongtodiningrat memandang penting bilangan ini, sebagai bilangan tertinggi yang menggambarkan kesempurnaan. Hal ini terkait dengan sembilan lubang dalam diri manusia yang lazim disebut babahan hawa sanga.

Kesakralan setiap bangunan Kraton, diindikasikan dari frekuensi serta intensitas kegiatan Sultan pada tempat tersebut.

Alun-Alun, Pagelaran, dan Siti Hinggil, pada tempat ini Sultan hanya hadir tiga kali dalam setahun, yakni pada saat Pisowan Ageng Grebeg Maulud, Sawal dan Besar. Serta kesempatan yang sangat insidental yang sangat khusus misal pada saat penobatan Sultan dan Penobatan Putra Mahkota atau Pangeran Adipati Anom.

Kraton Yogyakarta memanglah bangunan tua, pernah rusak dan dipugar. Dilihat sekilas seperti bangunan Kraton umumnya. Tetapi bila kita mendalami Kraton Yogyakarta, yang merupakan contoh terbesar dan terindah dengan makna simbolis, sebuah filosofi kehidupan, hakikat seorang manusia, bagaimana alam bekerja dan manusia menjalani hidupnya dan berbagai perlambangan eksistensi kehidupan terpendam di dalamnya. (YogYES.COM)

Ngasem


Ngasem merupakan pasar burung paling tua di Jogja. dan mungkin menjadi pasar hewan yang legendaris di jogja. Orang Jogja siapa yang gak tau ngasem.

Selain karena lokasinya yang hanya 400 meter barat Kraton, juga karena pasar ini akan memberikan info penting tentang apa yang dianggap bergengsi di masa kerajaan dahulu. Setelah kuda sebagai alat transportasi dan keris sebagai senjata, burung ada di tempat ketiga sebagai pengukur status sosial. Pasar Ngasem menawarkan berbagai macam burung dengan keindahan kenampakan dan suaranya, serta kegiatan para pecintanya.

Sebuah bukti berupa foto menunjukkan bahwa Pasar Ngasem dengan barang dagangan utamanya berupa burung telah ada sejak tahun 1809. Letaknya yang tak jauh dari Kraton dimaksudkan agar para bangsawan mudah mengaksesnya. Sekitar tahun 1960-an, pasar ini semakin identik dengan burung setelah pedagang burung dari pasar Beringharjo dipindahkan ke tempat ini. Bukan hal mengherankan bila banyak turis menyebut pasar ini dengan bird market karena areal perdagangan burung sepertiga dari luas pasar.

Areal jual beli burung dijumpai dengan berbelok ke kiri dari pintu masuk. Burung perkutut yang dahulu laris dibeli para bangsawan hingga kini masih menjadi salah satu barang dagangan utama pasar ini. Jenis lain yang laris adalah kutilang, kepodang, emprit, prenjak, jalak, dan parkit. Burung yang jarang dibeli namun cukup menarik adalah burung hantu yang anakannya dijual Rp 35.000,-. Salah satu kios burung bahkan menjual burung elang yang kini telah terjual seharga Rp. 350.000,-. Selain binatangnya, kios burung juga menyediakan perlengkapan pemeliharaan seperti kandang dan pakan.

Pasar Ngasem memiliki nuansa berbeda dengan pasar burung lain. Di pasar ini, pengunjung tidak hanya dapat menikmati keindahan burung saja, tetapi juga pertunjukan yang digelar oleh para pecinta burung. Misalnya, pertunjukan keahlian burung dara untuk terbang kembali ke kandang dan adu kemerduan suara berbagai macam burung. Dari pertunjukan itulah biasanya ada calon pembeli yang merasa tertarik dan kemudian rela membayar berapa pun harganya. Penjual kadang juga mau mengajari melatih burung agar dapat berkicau atau sekedar bercakap-cakap tentang cara memelihara burung.

Kalau mau berkeliling, anda juga akan mengetahui bahwa Ngasem tak hanya menjual burung, tetapi juga binatang lain. Berbelok ke kanan dari areal penjualan burung, akan dijumpai kios pedagang ular. Menurut penjualnya, ular yang dijualnya langsung ditangkap dari habitatnya. Jenis ular yang dijual mulai dari ular air hingga kobra dan phyton. Bila ingin melihat, penjual akan mengambil peliharaannya agar pembeli dapat melihat detailnya. Selain ular, kios itu juga menjual berbagai reptil seperti iguana dan penyu. Seekor iguana kecil dijual dengan harga Rp 75.000 sementara bila telah besar harganya mencapai ratusan ribu.

Menuju bagian barat pasar, anda akan menjumpai kios yang menawarkan ikan hias. Jenis ikan dan harganya bervariasi. Ikan hias kecil yang suka berkoloni dijual dengan harga Rp. 1000 per ekor. Ikan hias lain yang dijual adalah arwana dan lou han yang dijual seharga ratusan ribu. Perlengkapan pemeliharaan ikan juga banyak dijual. Mulai dari akuarium dengan berbagai bentuk, karang-karangan, tanaman hias untuk akuarium, dan pakan ikan. Beberapa kios juga menyediakan jasa untuk set up pemeliharaan ikan laut.

Selain ikan, burung, dan ular, binatang peliharaan lain yang dijual adalah anjing, kucing, musang, berbagai jenis ayam hingga kelici dengan berbagai warnanya. Salah satu kios juga menjual mencit dengan satu set tempat peliharaannya yang didesain sebagai arena bermain sehingga pembeli dapat menikmati tingkah mencit layaknya sirkus. Di bagian tengah pasar, terdapat pedagang yang menjual jangkrik. Biasanya, jangkrik dibeli para pecinta burung untuk pakan dan anak sekolah yang ingin mendengarkan suaranya.

Kalau lelah atau pun lapar, seperti pasar tradisional lainnya, Ngasem juga menyediakan jajanan pasar. Salah satu jajanan yang khas adalah jenang gempol (terbuat dari bulatan berbahan dasar tepung beras yang berasa gurih dipadu dengan kuah dari santan dan sirup gula jawa yang manis) yang penjualanya bisa dijumpai di bagian depan pasar. Jajanan lain adalah getuk, lupis, thiwul, dan gatot. Di sebelah kios penjual burung juga tersedia warung-warung makan yang menjual soto dan nasi rames. Penjelajahan ke Pasar Ngasem akan menjadi menyenangkan tentunya.

Pasar klitikan


Pasar klitikan merupakan pasar yang tergolong unik. Bukan pasar satu2nya yang unik tetapi disini kita bisa nemuin barang dari jaman neneknya simbah kita, alias antik sampe barang2 yang udah ada di era modern kaya HP dan elektronik2 lainnya. Tetapi yang jadi bikin unik barang2 disini tergolong second. harganya juga relatif murah dan dapat ditawar,.. dari uang kuno, onderdil sepeda kuno, lampu kuno, batu akik, onderdil motor, sepatu, baju, kaos, dispenser, radio, TV, Helm, mouse komputer, HP, monitor, kaset lawas dan lainnya masih banyak lagi... (sorry gak apal satu2..) hehe ya klo kita mau cari yang antik, seni dan unik mungkin bs ditemuin di klitikan di Kuncen. Parkir cm seribu kita bs muter2 sambil liat2 barang2 yang mungkin kita blm pernah liat.

Bahkan kita bisa memesan barang seumpama kita sebagai kolektor yang sangat gemar berburu barang lawas. Tetapi harga otomatis rada naek dikitlah. Selain barang lawas yang bs ditemuin, barang baru pun disini ada. Kebetulan banget kalo ketemu sesama kolektor.. kita bakal diajak pulang kerumahnya juga lho... enak kan? bs barter barang juga. pokoknya sip deh...

KALIURANG


Kaliurang yang berada di ujung paling utara kota Jogja, adalah tempat peristirahatan di kaki Gunung Merapi. Tempat wisata ini dari jaman dahulunya telah dikenal sebagai tempat peristirahatan Belanda pada masa penjajahan. Seiringnya perjalanan waktu, Kaliurang kemudian menjadi tempat peristirahatan orang-orang kondang kota Jogja.

Berbagai villa dan tempat peristirahatan lain tersedia di daerah ini. Terletak sekitar 24 kilometer di sebelah utara kota Jogja, Kaliurang dapat menjadi tempat pelarian dari penatnya kehidupan kota.

Hawanya yang sejuk mampu mengembalikan kesegaran badan dan pikiran. Namun, tak jarang pula Kaliurang dijadikan lokasi untuk mengadakan rapat atau pertemuan penting. Selain tempat beristirahat, Kaliurang juga menyediakan tempat untuk berkemah dan jalur-jalur yang dapat dilalui untuk trekking.

Pada waktu-waktu tertentu, acara-acara hiburan juga diadakan di Kaliurang, baik pagi hari ataupun malam hari. Mulai dari kesenian tradisional semacam Jatilan hingga rave party yang sedang marak. Di malam tahun baru, terkadang juga diadakan pesta kembang api dan panggung-panggung hiburan yang dapat menyedot pengunjung dari kota Jogja.

Villa-villa yang ditawarkan di Kaliurang memiliki berbagai macam variasi harga sewa mulai dari Rp 150.000,- per malam. Selain villa, ada pula motel-motel yang menyewakan per kamar dengan harga bervariasi. Sebagai pelengkap, tersedia pula restoran dan tempat makan yang menyediakan berbagai macam masakan, baik tradisional maupun internasional.

Bila mengunjungi Kaliurang, jangan lupa untuk singgah sebentar dan membeli makanan khas Kaliurang yang berupa jadah, yaitu makanan yang terbuat dari ketan. Tempe dan tahu bacem akan menjadi pelengkap dari jadah, walaupun jadah cukup lezat untuk dimakan tanpa pelengkap.

Menggunakan kendaraan bermotor, perjalanan selama 45 menit dari Jogja dapat ditempuh dengan mudah. Retribusi yang ditarik pun masih wajar dan tidak terlalu mahal. Perjalanan ke Kaliurang pun tak akan mengecewakan walaupun Anda tak mempunyai banyak waktu untuk menikmatinya.

 
 
 

Prestasi Jogja

 
Copyright © love jogja